FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER GELAR YUDISIUM AHLI MADYA KEPERAWATAN KELULUSAN KELIMA TAHUN AKADEMIK 2020/2021

Fakultas Keperawatan Universitas Jember menyelenggarakan Yudisium Ahli Madya Keperawatan Kelulusan kelima Tahun Akademik 2020/ 2021 pada Jumat (16/04/2021). Yudisium diselenggarakan secara live teleconference melalui aplikasi zoom Fakultas Keperawatan Universitas Jember dengan peserta 10 orang yudisi dari Prodi D3 Keperawatan Kampus Lumajang. Kegiatan yudisium dipimpin oleh dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep., M.Kes serta turut dihadiri wakil dekan, kasubbag TU, senat, gugus penjaminan mutu, kaprodi dan dosen Prodi D3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang.

Kegiatan yudisium diawali dengan pembacaan SK kelulusan oleh wakil dekan 1 Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Ns. Anisah Ardiana, M.Kep., Ph.D yang dilanjutkan dengan sambutan dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep., M.Kes. Dalam sambutannya, Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep., M.Kes menyatakan bahwa pelaksanaan yudisium ini merupakan wujud pelayanan institusi pendidikan kepada mahasiswa tanpa peduli berapapun jumlah pesertanya. “Alhamdulillah, pada hari ini Fakultas Keperawatan Universitas Jember mampu menyelenggarakan yudisium Ahli Madya Keperawatan Kelulusan Kelima Tahun Akademik 2020/2021. Meskipun jumlah pesertanya 10 orang, yudisium ini harus tetap dilaksanakan dikarenakan ini merupakan wujud pelayanan insititusi pendidikan kepada mahasiswa”, ujar beliau.

[tp_heading_animation prefix=”” ani_title=”Sambutan Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember” heading_text_align=”center” postfix_prifix_font_size=”10px” post_pre_height=”12px” ani_size=”14px” ani_line_height=”14px”]

Selain itu, Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep., M.Kes juga menyampaikan bahwa setelah pelaksanaan yudisium bukan berarti tugas dari institusi pendidikan untuk memberikan pelayanan kepada mahasiswa berakhir. Institusi pendidikan harus tetap mendampingi mahasiswa hingga mahasiswa lulus uji kompetensi. “Setelah penyelenggaraan yudisium ini, bapak dan ibu dosen tetap harus melakukan pendampingan kepada mahasiswa, menyiapkan mereka untuk menghadapi uji kompetensi perawat sehingga bisa lulus semua. Dengan lulus uji kompetensi, anak-anak kita bisa berproses untuk mengurus STR perawat yang merupakan lisensi untuk menyelenggarakan pelayanan keperawatan profesional pada masyarakat”, imbuh beliau.

Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep., M.Kes juga berpesan kepada tim dosen di kampus Jember, Lumajang dan Pasuruan agar mulai mengimplementasikan ujian OSCE kepada mahasiswa di ujian tengah semester atau akhir semester, dikarenakan kedepannya penilaian kelulusan uji kompetensi tidak hanya dilihat melalui aspek kognitif, namun juga aspek psikomotor melalui kegiatan OSCE nasional. “Saya berharap tim dosen di kampus induk, Lumajang dan Pasuruan mulai mengimplementasikan ujian OSCE kepada mahasiswa baik di sesi ujian tengah semester atau akhir semester. Karena kedepannya, meskipun aturan ini masih didiskusikan di AIPNI serta AIPVIKI, penilaian uji kompetensi tidak hanya berdasarkan kemampuan kognitif saja, namun juga berdasarkan kemampuan psikomotor mahasiswa melalui ujian OSCE nasional. Jika mahasiswa kita sudah terbiasa mengikuti ujian OSCE yang diselenggarakan selama menempuh pendidikan, maka ketika aturan tersebut diberlakukan mahasiswa kita sudah tidak kaget lagi”, pesan beliau.

Tak lupa, Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep., M.Kes juga berpesan kepada mahasiswa yang telah yudisium untuk tidak merasa cepat puas dengan pencapaian saat ini. Beliau berharap agar semua alumni Fakultas Keperawatan Universitas Jember menanamkan sikap semangat belajar hingga akhir hayat. “Bagi anak-anak saya yang telah yudisium, saya berharap jangan puas begitu saja dengan pencapaian yang anda raih sekarang. Anak-anak saya harus mempunyai semangat untuk selalu belajar mengembangkan diri, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan keperawatan yang dimiliki hingga akhir hayat. Setidaknya upaya itu akan membantu pengembangan profesi anda juga”, ujar beliau. Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep., M.Kes juga menambahkan agar alumni Fakultas Keperawatan Universitas Jember senantiasa menjaga nama baik almamater dimanapun bekerja,  “Anak-anak saya juga harus bisa menjaga nama baik almamater ini, dimanapun anda bekerja. Tunjukkan bahwa alumnus Fakultas Keperawatan Universitas Jember dapat senantiasa bekerja dengan performa terbaik, profesional, berlandaskan etika serta sumpah dan janji perawat serta loyal kepada institusi tempat anda bekerja”, tambah beliau.

Sementara itu, Yunia Lusi, peserta yudisium mengaku terharu dan bahagia bisa mengikuti penyelenggaraan yudisium ini meskipun melalui daring. “Saya merasa senang dan juga terharu, akhirnya bisa yudisium meskipun daring. Dengan terlaksananya kegiatan yudisium ini, saya bisa mengikuti wisuda dan tentunya mengikuti uji kompetensi. Semoga ini langkah awal yang baik bagi saya dan teman-teman peserta yudisium lain untuk mewujudkan mimpi menjadi perawat profesional”, ujar Yunia.

Yudisium ditutup dengan doa oleh Kasubag. Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Keperawatan Universitas Jember, R. Nur Rahmat, S.Sos, yang mendoakan yudisi agar menjadi alumni bermanfaat ketika terjun ke masyarakat. “Yaa Allah, limpahkanlah para yudisi semangat dalam bekerja melayani masyarakat, berilah kecerdasan dalam berfikir, kesungguhan dalam berkarya dan keikhlasan bekerja dalam mengemban tugas mulya, aamiin yaa robbal ‘aalamiin” jelas R.Nur Rahmad,S.Sos. (Red-EUUT)