ISRA’ MI’RAJ : “MEWUJUDKAN KREATIVITAS, UKHUWAH ISLAMIYAH, & AKHLAKUL KARIMAH MAHASISWA UNIVERSITAS JEMBER KAMPUS KOTA PASURUAN”

20 Maret 2021

Ikfina Ifada, Hikmatus Sa’adah, Nuriyatas Syifaal Aini

 

(Panitia Isra’ Mi’raj D3 Keperawatan UNEJ Kampus Kota Pasuruan)

Pasuruan – Ahad (20/03), D3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan untuk pertama kalinya menyelenggarakan acara Isra’ Mi’raj dengan tema “Mewujudkan Kreativitas, Ukhuwah Islamiyah, dan Akhlakul Karimah Mahasiswa Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan”.  Acara Isra’ Mi’raj ini dimulai pukul 08.00-10.00 WIB. Acara Isra’ Mi’raj ini disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom dan live streaming Youtube Hima D3 Keperawatan UNEJ Pasuruan. Acara ini dipandu oleh Putri Mustikawati dan dibuka oleh Ns. Nurul Huda, M.Kep. Untuk bintang tamu sendiri merupakan seorang ustadz sekaligus Ketua Lembaga Nahdlatul Ulama’ (LDNU) yang namanya cukup tersohor di Kota Pasuruan yaitu Ustadz M. Nuri.

Dalam acara Isra’ Mi’raj ini Ustadz M. Nuri menceritakan kisah peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW serta menyampaikan beberapa poin penting dalam kisah besar tersebut. Beliau menyampaikan bahwa ada banyak hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini, termasuk tentang diturunkannya perintah Sholat oleh Allah SWT. Beliau menjelaskan bahwa peristiwa Isra’ Mi’raj menjadi penanda ujian bagi orang beriman dan orang kafir, apakah mereka tetap beriman atau tidak percaya dan malah mengingkarinya. Adapun pertanyaan yang diajukan oleh beberapa audiens. Salah satu pertanyaan yang menarik yaitu “Apakah sebelum diturunkannya perintah Sholat, Nabi Muhammad tidak mengerjakan sholat? Dan bagaimana cara Nabi Muhammad SAW beribadah kepada Allah SWT?”. Berikut inti dari jawabannya, beliau memaparkan bahwa sebelum perintah sholat 5 waktu diturunkan, Nabi Muhammad mengerjakan Sholat Sunnah dengan Malaikat Jibril, dan Malaikat Jibril pula yang mengajarkan tatacara Sholat dan wudhu kepada Nabi Muhammad SAW.

Dari materi yang telah disampaikan oleh Ustadz M. Nuri, kita bisa menarik kesimpulan bahwa kita sebagai umat Muslim harus beriman dengan mempercayai peristiwa ghaib namun nyata tsb, juga kita harus menjaga ibadah sholat kita sebagai penanda keimanan kita kepada Allah SWT.