LKKM: PENINGKATAN JIWA KEPEMIMPINAN GENERASI MUDA YANG BERKARAKTER DI ERA KEBIASAAN BARU

Sabtu-Minggu, 13-14 Maret 2021

Adief Rizky Pradana, Nur Nadiya, Nur Lafifa, Ani sah Rahmawati

Pasuruan – Sabtu-Minggu (13-14, Maret 2021), D3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan meyelenggarakan kegiatan LKKM dengan tema: “Peningkatan Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda yang Berkarakter di Era Kebiasaan Baru”. Acara LKKM ini dimulai pukul 08.00-selesai. Kegiatan ini disiarkan langsung melalui aplikasi Zoom Hima D3 Keperawatan UNEJ Pasuruan. Acara ini dipandu oleh Putri Mustikawati dengan Moderator Nur Lafifa dan dibuka oleh Ns. Nurul Huda, M.Kep. Untuk bintang tamu sendiri merupakan Dosen D3 Keperawatan Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan yakni bapak Bagus Dwi Cahyono, SST, M.Kes, serta seorang Psikolog sekaligus Direktur Sinergi97 Consulting yakni bapak Agus Priyadi, S.Psi, M.Psi, Psikolog.

Dalam acara LKKM ini materi yang pertama disampaikan oleh Bapak Nurul Huda S.Kep Ns, M.Kep yang menyampaikan beberapa poin penting mengenai manajemen dan kepemimpinan dalam keperawatan. Beliau menyampaikan tentang bagaimana prinsip-prinsip manajemen keperawatan yang meliputi beberapa prinsip yang harus dilakukan dalam memanajemen khususnya dalam hal keperawatan. Proses dalam manajemen keperawatan merupakan pendekatan system terbuka dimana komponen saling berhubungan dan dipengaruhi oleh Lingkungan. Terdapat 6 Proses dalam Manajemen Keperawatan yaitu:

Input > Proses > Output > Kontrol > Mekanisme > Umpan Balik

Kepemimpinan dalam Keperawatan juga sangat penting dalam menetapkan dan mencapai tujuan. Beliau menyampaikan bahwa perawat juga harus memiliki jiwa kepemimpinan agar suatu saat nanti apabila berkesempatan menjadi pemimpin bisa berjalan dengan baik.

Kesimpulan dari penyampaian bapak Nurul Huda. S.Kep, Ns. M.Kep adalah kita sebagai perawat tidak hanya memiliki kemampuan dalam menangani pasien saja tetapi harus bisa memanajemen dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Materi yang kedua disampaikan oleh bapak Bagus Dwi Cahyono SST, M.Kes yang menyampaikan beberapa poin penting mengenai Trilogi Kepemimpinan KI HAJAR DEWANTARA. Beliau menyampaikan materi dengan 2 metode yakni dengan pemutaran video Kepemimpinan KI HAJAR DEWANTARA dan Materi berupa Power Point. Dalam penyampaiannya beliau mengatakan bahwa filosofi kepemimpinan Triologi KI HAJAR DEWANTARA meliputi Ing Ngarsa sung Tuladha yang artinya di depan memberi teladan, Ing Madya Mangun Karsa yang artinya ditengah membangun semangat untuk berjuang, serta Tut Wuri Handayani yang artinya di belakang memberi dorongan atau kekuatan. Filososi tersebut memiliki makna yang sangat mendalam sebagai dasar tuntunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kesimpulannya Dalam hal ini kepemimpinan KI HAJAR DEWANTARA salah satu bagian terpenting dari pemimpin adalah kemampuan untuk mempengaruhi dan menggerakkan seluruh komponen guna mencapai tujuan secara efektif dan efesien.

 

Materi yang ketiga disampaikan oleh bapak Agus Priyadi S.Psi, M.Psi yang menyampaikan beberapa poin penting tentang hubungan kecerdasan spiritual dengan karakter yang berintegritas. Beliau menyampaikan bahwa kecerdasan spiritual sangat mempengaruhi karakter seseorang. Sebagai generasi muda haruslah memiliki spiritual quotient yang baik. Spiritual Quotient merupakan suara hati ilahiyah yang memotivasi seseorang  untuk berbuat dan tidak berbuat.

Hal yang menarik dari penyampaian beliau adalah hubungan SQ dengan Pribadi kita. Beliau mengatakan bahwa manusia ada 4 tipe kepribadian yakni KOLERIS, SANGUIN, PLEGMATIS, dan MELANKOLIS. Ke empat tipe itu memiliki sifat yang berbeda-beda. Beliau juga memberikan tips pengembangan diri dalam kecerdasan spiritual.

Kesimpulan dari penyampaian bapak Agus adalah dalam membentuk karakter dibutuhkan kecerdasan spiritual yang baik, sehingga bisa terciptanya karakter yang berintegritas, belajarlah untuk memaknai setiap proses yang dilalui. Keberhasilan itu tergantung pada MINDSET dan KUALITAS PRIBADI, kualitas pribadi yang menggunakan kecerdasan spritualnya dalam menjalani proses kehidupan.