OPTIMALISASI DOKUMENTASI KEPERAWATAN 3S BERSAMA KELOMPOK FUNGSIONAL KEPERAWATAN RSUD DR HARYOTO LUMAJANG

Selasa 14 Juni 2022 – RSUD dr. Haryoto Lumajang dipilih sebagai mitra Prodi D3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang sebagai lokasi mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dikemas dalam Pengabdian Masyarakat “Peningkatan Kualitas Dokumentasi Keperawatan Berbasis 3S Melalui Supervisi Keperawatan”. Pertemuan pertama adalah focus group discussion, Dosen Prodi D3 Keperawatan Fakultas Keperawatan UNEJ Kampus Lumajang secara langsung berinteraksi dengan perwakilan perawat setiap ruangan untuk meningkatan mutu dokumentasi keperawatan berbasis 3S dalam suasana informal dan santai yang berdampak pada perbaikan kualitas dokumetasi keperawatan. Tujuan tersebut selaras dengan misi Universitas Jember yaitu menghasilkan dan mengembangkan sains, teknologi, dan seni melalui proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang kreatif, inovatif, dan bernilai.

Permasalahan dokumentasi keperawatan akhir-akhir ini mulai mendapat banyak perhatian oleh sesama rekan sejawat. Di RSUD dr. Haryoto pendokumentasian asuhan keperawatan menjadi salah satu tantangan bidang keperawatan dan komite mutu pelayanan keperawatan dalam menghadapi akreditasi rumah sakit kedapan. Salah satu penilaian mutu pelayanan tersebut adalah kelengkapan dan kualitas dokumentaasi yang sesuai dengan standart yaitu 3S (SDKI, SLKI, dan SIKI). “RSUD dr. Haryoto ini merupakan salah satu rumah sakit di Lumajang yang sering menjadi tujuan mahasiswa keperawatan untuk melakukan praktik klinik keperawatan. Harapannya ilmu yang perawat kami berikan telah sesuai dengan standart dokumentasi keperawatan berbasis 3S (SDKI, SLKI, dan SIKI). Mungkin dengan hadirnya rekan-rekan dosen dari Universitas Jember Kampus Lumajang dapat menfasilitasi pendokumentasi keperawatan kami dari Nanda NIC NOC menjadi sesuai dengan 3S”, jelas Ns. Bambang Heri, S. Kep selalu Ketua Bidang Keperawatan. Selain itu, beliau menuturkan bahwa dengan adanya kegitan ini dapat menjadi jembatan Kelompok Fungsional Keperawatan (KFK) dalam menghadapai akreditrasi 2023.

Ns. Rizeki Dwi Fibriansari, S.Kep., M.Kep. selaku ketua dari kegiatan ini sangat mengapresiasi rumah sakit dr. Haryoto Lumajang yang bersedia bersinergi dalam upaya pengoptimalan dokumentasi keperawatan. “Kami disini bersama-bersama bersinergi dalam kegiatan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi kami yaitu mengandeng teman-teman rekan sejawat untuk mengembangkan ilmu keperawatan yang berfokus pada dokumentasi dengan pengaplikasian 3S (SDKI, SLKI, dan SIKI). Tim kami akan sharing bersama terkait ilmu lapangan dan akademik untuk bisa diterapkan dan di aplikasikan sesuai standart profesi PPNI. Karena dokumentasi keperawatan ini merupakan hal yang krusial dan penting dalam proses keperawatan untuk menjaga legalitas dan sebagai pelindung hukum” ujar beliau.

Upaya mengatasi peramasalah dokumentasi keperawatan yang dilakukan oleh Dosen D3 Keperawatan dari Universitas Jember Kampus Lumajang diawali dengan penggalian informasi berupa focus group discussion mengenai cara pendokumentasian yang baik sesuai standart dokumentasi keperawatan berbasis 3S berdasarkan profesi PPNI. Peningkatan mutu asuhan keperawatan tentang dokumentasi asuhan keperawatan dan pendokumentasian kualitas kinerja keperawatan telah mengarah pada kesejahteraan perawat. “Proses standart baru pengaplikasian 3S akan dilaksanakan selama 2 bulan kedepan. Ada beberapa proses yang akan kita lalui untuk mewujudkan pengaplikasian 3S yang 100% sesuai tuntutan profesi meliputi: (1) penggalian informasi, (2) pendampingan dan memaksimalkan potensi perawat di ruangan, (3) penyusunan diagnosis dan intervensi, (4) pengaplikasian 3S, dan (5) tindak lanjut dengan monitoring evaluasi supervise dokumentasi”, jelas Rizeki Dwi Fibriansari.

“Permasalahan yang sering terjadi pada pendokumentasian keperawatan yang paling besar adalah 46,5% menjawab data pengkajian yang kurang konsisten. Pencatatan tindakan keperawatan/intervensi dan terlalu banyak tindakan keperawatan yang harus dilakukan menyebabkan adanya miskomunikasi yang perlu kita cari”, ujar Arista Maisyaroh.

Kegiatan dilanjutkan dengan merumuskan 10 diagnosa keperawatan yang sering muncul di setiap area klinis (Medikal, Bedah, Gadar, Kritis, Anak, Maternitas, dan Kamar Operasi). “Kegiatan pendampingan dilakukan untuk memfasilitasi perawat yang mengalami kesulitan dalam pengaplikasian 3S sesuai SAK (standart asuhan keperawatan). Pendampingan ini sekaligus mengevaluasi sejauh mana kepatuhan perawat dalam mendokumentasikan dokumentasi keperawatan berbasis 3S selama 2 bulan kedepan” imbuh Arista Maisyaroh.

Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa perawat antusias menyusun SAK dokumentasi keperawatan sesuai standar 3S. “Alhamdulillah respon perawat RSUD dr. Haryoto sangat baik dalam menyusun SAK dokumentasi keperrawatan 3S secara baik. Semoga bisa terus konsisten sehingga dapat diaplikasikan segera di rumah sakit dan dapat memberikan pelayanan asuhan keperawatan yang optimal”, ujar Ns. Tini sebagai Ketua Komite Keperawatan.

Bagaimana hasil pendampingan aplikasi dokumentasi keperawatan berbasis 3S di RSUD Dr Haryoto Lumajang? Bersama kami harapkan pendampingan yang dilakukan oleh dosen D3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang dapat membawa perubahan dan kemajuan untuk profesi. (DEDAQ-RDF)

Tags