PELAKSANAAN PENGABDIAN MASYARAKAT PRODI D3 KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER KAMPUS KOTA PASURUAN MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN & EDUKASI PERMASALAHAN KESEHATAN DI AREA PERTANIAN

Penulis: Evy Aristawaty, S.Kep.Ns, M.Kep.

Dalam rangka hilirisasi hasil penelitian, Prodi D3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan melaksanakan giat pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan dan edukasi permasalahan kesehatan yang terjadi di area pertanian. Kegiatan edukasi kepada masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di area pertanian. Kegiatan ini dilakukan pada hari Sabtu, 11 juni 2022, di Desa Mojoparon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan. Desa Mojoparon merupakan salah satu desa binaan yang masih memiliki lahan pertanian aktif sehingga memungkinkan timbulnya berbagai masalah kesehatan di kalangan petani.  Kegiatan ini selaras dengan visi Fakultas Keperawatan UNEJ yaitu

Kegiatan edukasi dilakukan oleh 3 kelompok riset dan pengabdian masyarakat  (KeRis-DiMas) yang ada di Prodi D3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan.  KeRis-DiMas ini terdiri dari KeRis-DiMas Matanada (terbagi menjadi 2 departemen yaitu  Maternitas Anak dan Keperawatan Dasar), KeRis-DiMas Tas Waras dan KeRis-DiMas Garuda.

Kepala Desa Mojoparon menyambut baik adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan membuka serta memberikan sambutan pada giat acara pengabdian masyarakat bertajuk “Hilirisasi Hasil Penelitian pada Masyarakat Area Pertanian di Luar Kampus Prodi D3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan”, Beliau menyampaikan bahwa pihak desa sangat senang dengan adanya kegiatan ini dan merasa warganya diperhatikan terutama pada sektor kesehatan. Bapak Ns. Nurul Huda, S.Psi., S.Kep, M.Si. selaku Koordinator Prodi D3 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Kota Pasuruan juga berterimakasih kepada segenap perangkat desa karena sudah menerima dan memfasilitasi giat pengabdian masyarakat di Desa Mojoparon Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan.

Setelah acara pembukaan dilakukan, tim KeRis-DiMas bergegas untuk melakukan pemberian edukasi disetiap titik yang sudah dipilih. KeRis-DiMas Matanada DKKD dan Maternitas Anak langsung memulai kegiatan di balai desa Mojoparon.  KeRis-DiMas Matanada DKKD mengambil tema optimalisasi literasi media dalam menciptakan keluarga sadar gizi (sadarzi)  pada masyarakat pertanian, dengan pemateri Erik Kusuma, S.Kep.Ns., M.Kes. dan Ayu Dewi Nastiti, S.Kep.Ns., M.Kep.  KeRis-DiMas Matanada Maternitas-Anak mengambil tema edukasi dan pendampingan pembuatan MP-ASI pada ibu-ibu petani dalam upaya pencegahan stunting, dengan pemateri  Dwining Handayani, S.Kep.Ns., M.Kes., dan R.A. Helda Puspitasari, S.Kep.Ns., M.Kep.

Pemberian gizi yang tepat, termasuk M-PASI sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Pada kesempatan ini ibu-ibu petani yang memiliki balita menyampaikan permasalahan terkait gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. KeRis-DiMas Matanada juga menggelar tes kesehatan seperti pengecekan tekanan darah, pengecekan gula darah, kolestrol serta asam urat untuk masyarakat yang hadir.  KeRis-DiMas Matanada juga ikut dalam acara “Rembug Stunting” yang diadakan oleh pihak Desa Mojoparon. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang bersifat wajib. KeRis-DiMas Matanada ikut berdiskusi bersama warga untuk merancang kegiatan pencegahan dan penanganan stunting untuk tahun 2023. Harapan dari KeRis-DiMas Matanada adalah agar masyarakat setempat pengetahui  standart gizi yang harus dipenuhi dan cara pembuatan MP-ASI dengan pemberian sesuai umur serta mencegah terjadinya stunting di wilayah Desa Mojoparon.

Berbeda dengan KeRis-DiMas Matanada, KeRis-DiMas Garuda yang beranggotakan Ida Zuhroidah, S.Kep.Ns, M.Kes., Mukhammad Toha, S.Kep.Ns, M.Kep., dan Mokh. Sujarwadi, S.Kep,Ns., M.Kep. melakukan edukasi dengan terjun langsung ke lahan pertanian di Desa Mojoparon untuk mengatasi permasalahan cedera nyeri yang terjadi pada petani. Tema yang diambil keris garuda yakni mengembangkan kemampuan petani dalam mengatasi nyeri otot melalui Spiritual Emotional Fredom Tecnique (SEFT).

KeRis-DiMas Garuda mengangkat masalah nyeri punggung yang kerap timbul di kalangan petani dengan memberikan pemahaman solusi yang mudah diterapkan yakni dengan melakukan teknik SEFT. Nyeri yang dialami petani disebabkan karena posisi tubuh dan durasi bertani yang kadang membutuhkan waktu yang lama. Antusiasme petani dibuktikan dengan timbulnya beberapa pertanyaan terkait metode teknik SEFT dan masalah kesehatan yang mereka alami. Harapan tim KeRis-DiMas Garuda dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan para petani lebih sadar dan lebih menjaga posisi serta durasi berani agar terhindar dari nyeri punggung yang terjadi pada pekerjadi  sektor pertanian.

KeRis-DiMas Taswaras dari departemen Jiwa dan Komunitas yang beranggotakan Bagus Dwi Cahyono, SST., M.Kes., Evy Aristawati, S.Kep.Ns., M.Kep., dan Nurul Huda, S.Psi., S.Kep.Ns., M.Si. tidak mau kalah dengan KeRis-DiMas Garuda dan Matanada. Kegiatan yang dilakukan KeRis-DiMas Taswaras mengambil tema “Psikoedukasi Pada Keluarga Di Area Pertanian Untuk Mencegah Kekambuhan ODGJ”. Tim KeRis-DiMas Taswaras ikut terjun langsung ke lahan pertanian dan melakukan penyuluhan kepada keluarga-keluarga petani. Pentingnya kesehatan mental bagi petani menjadi landasan dari kegiatan ini. Psikoedukasi ini berisi bagaimana tata cara mengatasi stress yang sering dialami keluarga petani. Tak hanya itu Tim KeRis-DiMas Taswaras juga memberi bantuan penguatan mental bagi para petani serta  edukasi pencegahan kekambuhan pada anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Tim KeRis-DiMas Taswaras berharap semoga kader-kader jiwa yang ada di Desa Mojoparon mampu membina hubungan baik dengan para pekerja di sektor pertanian dan mampu melakukan pendekatan psikoedukasi yang baik dan benar.

Acara demi acara telah dilalui oleh seluruh tim. Seluruh tim Tim KeRis-DiMas kembali ke balai desa untuk melakukan penutupan acara pengabdian masyarakat. Harapan terbesar dari kami, semoga sedikit edukasi dari kami bisa memberikan pengalaman dan ilmu baru bagi peserta. Terimakasih kepada seluruh perangkat Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan yang sudah turut serta mensukseskan acara giat pengabdian masyarakat kepada pekerja sektor pertanian.