Petani Mengupdate Ilmu Semudah Membuka HP

Hampir semua orang di dunia ini mempunyai HP, mulai yang canggih hingga super canggih. Di manapun berada kapan pun waktunya dan pada moment apa saja persis aktivitas tidak terlepas dari benda satu ini. Guru, perawat, pedagang, mahasiswa, presiden bahkan petani mahir dalam memanfaatkan fitur-fitur layanan komunikasi yang ditawarkan oleh android. Hal inilah yang memberikan inspirasi kepada Keris Densus (Kelompok Riset Disaster and Emergency Nursing Studies) untuk mengembangkan sebuah penelitian terkait android dan petani.

Gambar 1. Aplikasi E’Nurse App

Lumajang, dalam kurun waktu bulan November hingga Desember 2020, keris Densus getol mensosialisasikan sebuah aplikasi sederhana kepada petani terkait kegawatdaruratan dan kebencanaan di area pertanian. Proyek ini merupakan lanjutan dari roadmap penelitian Keris Densus pada tahun ketiga, yaitu mengembangkan kerangka kerja pengurangan risiko kegawatdaruratan dan kebencanaan di area pertanian dengan memanfaatkan aplikasi di dalam android.

“Aplikasi ini dinamakan E’Nurse App, isinya tentang ilmu kegawatdaruratan dan kebencanaan di area pertanian. Karena saat ini masa pandemic covid-19 dan memasuki era revolusi industry 4.0, sudah saatnya petani juga mengenal ilmu-ilmu kegawatdaruratan dan kebencaaan di area pertanian dengan sistem digital, hal ini akan memudahkan petani mengakses informasi seputar kegawatdaruratan dan kebencanaan di area pertanian di manapun dan kapan pun, demikian penjelasan Musviro, ketua penelitian keris Densus.”

E’Nurse App ini tidak serta merta tersusun, namun melalui beberapa proses. Pertama petani diajak melakukan FGD (Focus Group Discussion) tentang apa saja kegawatdaruratan dan bencana yang dialami terutama di masa pandemic covid-19 ini, sekaligus penanganannya bagi petani. Kemudian hasil FGD disusun menjadi modul pengurangan risiko kegawatdaruratan dan bencana di area pertanian berbasis android, selanjutnya tim menyusun frame dan isinya hingga menjadi konsep aplikasi yang dapat dibuka dengan mudah melalui HP dan diakses oleh petani.

Gambar 2. Petani melakukan Uji Coba Aplikasi E’Nurse App dari masing-masing Android Petani

Langkah selanjutnya petani diajak mengenal tentang aplikasi yang telah tersusun, mencobanya bahkan memberikan masukan tentang aplikasi ini.“Untuk yang awal ini aplikasi hanya terdiri dari dua topic besar, yaitu pengetahuan tentang covid-19 di area pertanian dan pertolongan pertama pada gigitan ular. Covid-19 mewakili kejadian kebencanaan non alam yang juga berdampak kepada petani, dan gigitan ular mewakili kegawatdaruratan di area pertanian. Kedepannya kami berharap aplikasi ini bisa terus dikembangkan materi-materi di dalamnya dan diakses oleh petani di manapun dengan mudah sehingga aplikasi ini dapat seutuhnya bermanfaat bagi petani” pungkas Suhari, ketua Keris Densus. (09/12/20 Red).