SURVEILANS PASCA AKREDITASI MENUJU AKREDITASI UNGGUL 2024

Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) dalam menjalankan fungsinya terus mengembangkan dan menggunakan berbagai instrumen untuk pelaksanaan tugas pokoknya, sebagai badan yang memberikan penilaian dan umpan balik terhadap program studi yang dievaluasi. Instrumen juga terus dikembangkan untuk menilai fungsi dan peran LAM-PTKes sendiri. Salah satunya adalah mengembangkan dan menjalankan fungsi pemantauan terhadap program studi yang dinilai atau diasesmen. Kredibilitas LAM-PTKes juga ditandai dengan terlaksananya kinerja operasional LAM-PTKes yaitu: 1) Continuous Quality Improvement (CQI); 2) Quality Cascade; 3) Conceptualization – Production – Usability (CPU); 4) Trustworthy; 5) Pendidikan Interprofesional sebagai Landasan Kolaborasi Interprofesional (Interprofessionalism) sehingga dilaksanakan monitoring dan evaluasi pasca akreditasi atau sebelumnya disebut dengan istilah Surveilans secara daring pada hari Kamis (30/6/22).

Tujuan Monitoring dan evaluasi pasca akreditasi adalah untuk memantau dan mengevaluasi program studi kesehatan yang telah terakreditasi dengan peringkatnya. Melalui monitoring dan evaluasi pasca akreditasi dapat diketahui apakah program studi masih terjamin mutunya sesuai peringkat tersebut dan apakah program studi mampu melaksanakan rekomendasi pembinaan atau umpan balik yang diberikan sesaat setelah asesmen dilaksanakan oleh tim asesor. Monitoring dan evaluasi pasca akreditasi dilakukan dengan menggunakan Sistem Manajemen Akreditasi (SIMAk) LAM-PTKes. Metode yang digunakan dalam pelaksaan monitoring dan evaluasi pasca akreditasi program studi bidang kesehatan yaitu secara tatap muka online dilakukan selama 1 (satu) hari. Asesor yang bertugas dalam melakukan verifikasi dan validasi bukti tindak lanjut rekomendasi pembinaan adalah Dr. AV. Sri Suhardiningsih, S.Kp., M.Kes.

Ns. Lantin Sulistyorini, M.Kes. selaku Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember dalam paparannya sebagai Unit Pengelola Program Studi (UPPS) menyampaikan bahwa sejak Januari tahun 2018 secara resmi pengelolaan penyelenggaraan pendidikan Akper Lumajang menjadi kewenangan penuh dari Universitas Jember sesuai SK. Kemenristekdikti  No. 160/KPT/I/2018. Maka Prodi D3 Keperawatan Kampus Lumajang juga harus mampu menyinkronkan dengan visi Fakultas Keperawatan yaitu “Menjadi Fakultas Keperawatan yang unggul dalam pengembangan sains, teknologi dan seni keperawatan berwawasan agronursing”.

Paparan terkait laporan surveilans asessement lapangan daring Prodi D3 Keperawatan disampaikan oleh Kaprodi D3 Keperawatan bersama Unit Penjaminan Mutu (UPM) bahwa banyak hal yang telah dilakukan untuk mewujudkan visi misi antara lain melengkapi bahan ajar dan referensi dalam bidang agronursing, menyediaan menyediakan fasilitas yang mendukung dan menunjang ketrampilan agronursing di laboratorium, serta melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah diturunkan dari Roadmap Agronursing. “Kami telah melakukan penyesuaian rasio dosen dan mahasiswa yaitu 1 : 19 dan dosen PNS sebanyak 9 orang atau 100 % telah memeliki Jabatan fungsional Asisten Ahli dalam 2 tahun terakhir ini” tambahnya Nurul Hayati, S.Kep., Ners, MM.

Monitoring dan evaluasi juga dilakukan secara virtual tour mencakup sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Prodi D3 Keperawatan Kampus Lumajang meliputi laboratorium KMB berbasis agronursing, keperawatan gadar kritis, keperawatan maternitas dan anak, keperawatan jiwa dan keperawatan dasar. Mashuri, S.Kep., Ners M.Kep selaku dosen KMB berbasis agronursing menjelasakan sarana dan prasrana yang dimiliki di laboratorium terkiat jadwal, alat kesehatan, dan phantom rawat luka untuk area pertanian. Laboratorium yang dikembangkan didapatkan dari hibah P3TV Tahun 2020 untuk menunjang pencapian visi misi Fakultas Keperawatan. Sebagai guide virtual tour kampus Sri Wahyuningsih, SST, M.Keb dan Eko Prasetya S.Kep., Ners M.Kep juga menunjukkan fasilitas lain di laboratorium keperawatan mulai dari nurse station, seting ruang, keamanan pasien sampai dengan pemilahan sampah medis. Dr. AV Sri selaku asesor sangat mengapresiasi upaya prodi dalam penyediaan alat-alat kesehatan yang sangat lengkap. Namun, luas gedung laboratorium dan penerapan sasaran keselamatan pasien harus terus dioptimalakan menyesuikan dengan rasio mahasiswa dan standar yang telah ditentukan.

Kegiatan surveilans juga dilakukan klarifikasi pencapaian atau implementasi masukan asesor standar 1-7 dengan wawancara kepada masing-masing penanggung jawab. Keterkaitan visi misi dan kegiatan prodi selama 2 tahun dinilai dari berbagai aspek tri dharma perguruan tinggi, keuangan dan luaran ilmiah. Selama wawancara berjalan didampingi oleh jajaran dekanat sebagai UPPS, UPT perpusatakan dan LP3M Universitas Jember. Hasil temuan asesor yang menjadi prioritas yaitu rencana kerja tahunan perlu ditindak lanjuti secara berkesinambungan, menngupayakan dosen Non ASN untuk dapat mengurus jabatan akademiknya sesuai regulasi Universitas Jember dan mengoptimalkan unit usaha di dalam prodi, unggap Dr. AV Sri.

“Kegiatan monitoring dan evaluasi paska akreditasi ini sangat memberikan banyak perbaikan bagi prodi maupun fakultas dalam menata kembali persiapan akreditasi 2023 dengan melaksanakan kegiatan yang berbasis 9 kriteria akreditasi program studi”, tutur Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep., M.Kes selaku Dekan Fakultas Keperawatan UNEJ Kampus Lumajang. Penandatanganan berita acara monitoring dan evaluasi antara Asesor dan Kaprodi sebagai puncak kegiatan surveilans akreditasi dalam melakukan asesmen secara tatap muka online atau analisis dokumen laporan program studi yang berlangsung sekitar 10 jam. Semoga ke depan prodi dapat terus dapat melaksanakan rekomendasi asesor dan amanah menuju UNGGUL 2024. (red)