WEBINAR BEDAH BUKU NASIONAL 2022: SINERGI RANUPANI MENGHAPUS PERNIKAHAN DINI

Sesi Foto Bersama Dekan, Wadek 1, Wadek 2 Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Koordinator Prodi D3 Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang, Narasumber, dan Pembina HIMA.
Sesi Foto Bersama Dekan, Wadek 1, Wadek 2 Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Koordinator Prodi D3 Fakultas Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang, Narasumber, dan Pembina HIMA.

Lumajang – Pernikahan Dini menurut WHO adalah pernikahan yang masih dikategorikan anak-anak atau remaja yang berusia dibawah 19 tahun. Data BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan bahwa praktik pernikahan dini ditemukan di 67% wilayah Indonesia. Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia tergolong ke dalam negara darurat pernikahan dini. Isu pernikahan dini akhirnya menjadi salah satu topik yang hangat diperbincangkan di dalam negeri dan menjadi salah satu target program kerja negara yang melibatkan lintas sektoral untuk menghapus praktik pernikahan dini pada anak usia di bawah 19 tahun. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghapus praktik pernikahan dini di Indonesia adalah dengan melakukan edukasi secara massif ke seluruh warga Indonesia, melalui beragam media seperti Webinar Bedah Buku Nasional dengan judul SINERGI RANUPANI MENGHAPUS PERNIKAHAN DINI yang dilaksanakan oleh Hima Prodi D3 Keperawatan FKep UNEJ Kampus Lumajang pada Sabtu (06/08/2022).

Kegiatan webinar tersebut diselenggarakan mulai pukul 08:00 – 12:00 WIB secara daring dan diikuti lebih dari 1000 peserta yang hadir ruang zoom dan channel youtube Hima Prodi D3 Keperawatan Universitas Jember Kampus Lumajang. Peserta webinar didominasi oleh mahasiswa keperawatan sejumlah 55,3% dan praktisi keperawatan 27,3% yang berasal dari Sabang sampai Merauke.

Sambutan Sekaligus Pembukaan Kegiatan Webinar Bedah Buku Oleh Dekan Fakultas Keperawatan Univeritas Jember Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep,. M.Kes.
Sambutan Sekaligus Pembukaan Kegiatan Webinar Bedah Buku Oleh Dekan Fakultas Keperawatan Univeritas Jember Ns. Lantin Sulistyorini, S.Kep,. M.Kes.

Kegiatan webinar bedah buku dimulai dengan pembukaan secara simbolis oleh Ibu Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Jember. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi penyelenggaraan webinar yang senantiasa mengulas isu penting dalam lingkup kesehatan yang sedang dihadapi bangsa. “Saya sangat bangga dengan panitia Hima Prodi D3 Keperawatan Kampus Lumajang, setiap menyelenggarakan webinar temanya itu selalu mengangkat isu penting yang sedang hangat di negeri kita tercinta terutama di kabupaten Lumajang dan Jember, yaitu pernikahan dini. Semoga ulasan dari narasumber yang disampaikan pada webinar kali ini mampu memberikan informasi yang membuka wawasan guna meluruskan stigma yang salah terkait pelaksanaan pernikahan dini. Terima kasih tim Kampus Lumajang sudah menyelenggarakan kegiatan bemanfaat ini”, jelas Ns. Lantin Sulistyorini,. S.Kep,. M.Kes.

“Penyampaian materi oleh penulis Ns. Nurul Hayati., S.Kep., M.M.”
“Penyampaian materi oleh penulis Ns. Nurul Hayati., S.Kep., M.M.”

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ns. Nurul Hayati., S.Kep., M.M yang memaparkan isi dari buku Sinergi Ranupani Menghapus Pernikahan Dini yang terdiri dari 10 bab. Beliau menjelaskan bahwa terjadinya praktik pernikahan dini di desa Ranupani dipengaruhi oleh beberapa mitos dan stereotipe yang belum tentu kebenarannya. “Saat melakukan FGD dengan metode World Café kami dapatkan data bahwa pernikahan dini desa Ranupani dipengaruhi oleh beberapa mitos dan stereotipe yaitu perasaan malu bila memiliki anak gadis yang tidak segera menikah atau biasanya disebut perawan tua. Selanjutnya adanya persepsi menjadi janda muda iu lebih baik daripada perawan tua. Selanjutnya adanya anggapan bila anaknya menikah muda maka akan lebih cepat menimang cucu. Lalu adanya anggapan bahwa menikah dapat menghindari perzinahan, dan yang terakhir bila ada anak gadis diajak menikah lalu ditolak, sama halnya menolak rejeki”, jelas pemateri yang juga menjabat sebagai Koordinator Prodi D3 Keperawatan FKep UNEJ Kampus Lumajang.

Ns. Nurul Hayati, S.Kep., M.M., juga menjelaskan beberapa implementasi yang telah dilakukan guna menurunkan praktik pernikahan dini di desa Ranupani. “Ada beberapa implementasi yang telah dilakukan oleh tim untuk menurunkan angka kejadian pernikahan dini di desa Ranupani yang disusun berdasarkan hasil riset dan usulan masyarakat desa Ranupani dalam FGD, diantaranya kami lakukan edukasi kepada serta memberikan pelatihan keterampilan bagi remaja putri di desa Ranupani sehingga mereka bisa mandiri dalam meningkatkan perekonomian, melakukan edukasi kepada orang tua melalui pendekatan tokoh masyarakat dan agama, bersinergi dengan instansi pendidikan dalam meningkatkan keterjangkauan aksesibilitas sekolah bagi anak perempuan di desa Ranupani serta berupaya menyusun dan mengusulkan perdes kebijakan tentang pernikahan dini di desa Ranupani”, terang beliau.

Review Pakar oleh Dr. Tri Lestari, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat.
Review Pakar oleh Dr. Tri Lestari, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat.

Penyampaian materi dilanjutkan oleh Dr. Tri Lestari, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat. Ibu yang menjabat sebagai ketua IPEMI Jawa Timur tersebut merasa sangat kagum dengan hasil karya yang disusun oleh Ns. Nurul Hayati, S.Kep., M.M., dan tim. “Setelah saya membaca buku ini, saya mengatakan bahwa buku ini sudah sangat bagus, baik dari segi cover yang kreatif dan menarik, serta penjelasan di setiap bab yang sudah cukup jelas. Namun alangkah lebih baiknya jika cetakan selanjutnya, para penulis bisa memaparkan lebih detail terkait permasalahan pernikahan dini dan hasil tatalaksananya. Kehadiran buku ini dapat menjadi referensi yang sangat bermanfaat khususnya untuk mencegah pernikahan anak di Desa Ranupani dan umumnya di seluruh Indonesia”, jelas Dr. Tri Lestari, S.Kep., M.Kep., Sp.Mat.

Penyampaian materi oleh Ibu Dina Limanto
Penyampaian materi oleh Ibu Dina Limanto

Sesi penyampaian materi selanjutnya oleh ibu Dina Limanto yang merupakan koordinator kinerja ADB (Asean Devolopment Bank) dengan topik materi peran multi stakeholder dalam upaya penghapusan pernikahan dini. “Dari beberapa penyampaian dari reviewer 1 sudah mencakup seberapa luas pernikahan dini yang menjadi permasalah yang tinggi di Indonesia. Yang telah dijelaskan tadi oleh reviewer 1 bahwasanya pernikahan dini telah berganti menjadi pernikahan anak sesuai undang undang dasar No 23 tahun 2002. Pernikahan anak ini sudah sejak dulu menjadi permasalahan bagi Indonesia terutama daerah Jawa Timur. Beberapa upaya yang telah dilakukan untuk menghapus pernikahan anak ini seperti pemberdayaan anak perempuan, mobilisasi masyarakat dan keluarga, menyediakan layanan, advokasi hukum dan kebijakan yang lebih baik. Adanya faktor ekonomi dan pendidikaan yang saling berhubungan ada yang tidak meneruskan bangku sekolah karena keterbatasan ekonomi serta ada juga yang tidak mau melanjutkan sekolah atas kemauanya. Jadi dari keterbelakangan tersebut anak-anak kurang informasi sehingga banyak anak-anak yang aslinya belum siap akan mental, psikis untuk memulai sebuah kekeluargaan sehingga nekat untuk memulai sebuah pernikahan tanpa melihat sebuah resiko dan dampaknya. Sehingga nantinya diharapkan peran perawat dan mahasiswa dapat mengedukasi dan memberikan informasi lebih terhadap masyarakat maupun remaja yang minim informasi melalui webinar ini”, terang beliau.

“Pemenang Lomba Poster Nasional Pencegahan Pernikahan Dini 2022”
“Pemenang Lomba Poster Nasional Pencegahan Pernikahan Dini 2022”

Penyampaian materi yang menarik dan mudah dipahami oleh narasumber membuahkan apresiasi yang menarik dari peserta webinar. “Alhamdulillah, ndak sia-sia ikut webinar sampai kuota habis namun isi materinya otot semua guys. Keren dan bermanfaat”, ungkap salah satu peserta di kolom zoom. Pelaksanaan webinar ditutup dengan pengumuman lomba poster edukasi tentang pencegahan pernikahan dini di era modern. Juara ketiga diraih oleh Muhammad Aditya Gilang dari Institut Seni Indonesia Surakarta. Juara kedua diraih oleh Rotib Haddad Salafussholeh dari Universitas Jember, dan juara pertama diraih oleh Nayla Karina Ednisa Putri dari Universitas Airlangga, serta pemenang terfavorit diraih oleh Haura Tagiya Ramadina Siregar dari Universitas Sumatera Utara. Lomba poster ini diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari perguruan tinggi, SMA/SMK dan peserta umum dari seluruh Indonesia. “Selamat bagi pemenang dan terimakasih atas partisipasi dari seluruh peserta. Semoga poster yang telah dibuat dapat menginspirasi generasi muda agar tidak melangsungkan pernikahan pada usia dini”, terang Nadiyatul Ismi selaku ketua panitia kegiatan. (Irv/FJ/RUS)